Followers

Powered By Blogger

Hiburan

Senin, 15 Maret 2010

Rental Studio Musik


         Seiring berkembangnya dunia hiburan khususnya di jalur musik, membuka persewaan studio musik dapat memberikan prospek usaha yang cukup baik. Meskipun kebanyakan orang berfikir dua kali untuk membuka usaha ini, karena butuh modal lumayan besar hanya untuk membeli peralatan musiknya. Namun jangan salah, saat ini bisnis ini banyak dicari oleh calon pelanggan, karena banyak orang yang memiliki keterbatasan tempat dan uang untuk menyalurkan hobi mereka bermain musik. Sehingga, jika Anda memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bermain musik, sangat cocok ketika Anda berniat membuka usaha ini.
         Contohnya Rental Studio Musik milik YUDHI HERI YANTO ini, yang bertempat di kawasan jalan KM. 23 Batu Kucing, BATAM. Yudhi adalah salah satu mahasiswa yang mampu melihat peluang di bidang rental studio musik ini, dia mulai mengembangkan usaha ini sejak melihat banyaknya keinginan dari rakan seusiannya yang banyak menyukai musik dan keterbatasan uang untuk menyalurkan hobi apa lagi untuk membeli alat - alat yang membutuh kan modal yang lumayan besar, yudhi memang mengeluarkan budget yang cukup besar dengan membangun usaha ini, tapi dia mampu mendapat keuntungan yang besar dari usaha rental studio musik miliknya dan mendapat balik modal dengan cepat, serta mengembangkan usahanya bahkan dia sudah menambah studio baru, studio rekaman,toko musik dan kafe pendukung untuk semua pelanggan nya.
          
          Memang diperlukan banyak pertimbangan dan persiapan dalam membuka usaha ini. Persiapan lokasi, persiapan peralatan musik, pengelolaan, hingga persiapan mental Anda harus kuat dalam menjalani persaingan bisnis tersebut. Terlebih kebanyakan studio musik saat ini mulai menggabungkan berbagai usaha lain dalam satu atap pengelolaan bisnis ini, misalnya kursus musik, penyewaan alat-alat musik, dll, sehingga investasi pembelian alat musik dan tempat usaha dapat dimanfaatkan dengan baik.
   
           Namun, jika Anda memiliki modal pas-pasan, terlebih dahulu Anda bisa membuka persewaan studio musik saja seperti yudhi. Dan kemudian kedepannya Anda bisa menambah dan memperluas usaha anda dengan menambah ruang sewa studio musik tersebut dengan toko musik, menjual buku-buku musik, kafe, bahkan membuka kursus musik. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai bisnis ini antara lain:
  1. Memiliki minat dan kegemaran dalam dunia musik, hal tersebut perlu dipertimbangkan agar tidak terlalu gaptek dengan perkembangan baru seputar dunia musik yang memang berjalan cepat.
  2. Mencari tempat penjualan peralatan musik yang murah dan berkualitas, kemudian utamakan membeli peralatan musik yang standar digunakan seperti gitar, bass, drum, organ atau piano.
  3. Bikin studio musik semenarik dan senyaman mungkin dan kedap udara. Karena semakin nyaman konsep dan ruangan studio musiknya, semakin betah pula pelanggan yang menyewa studio Anda.
  4. Konsep yang matang berkaitan dengan administrasi, biaya operasional, dll.
  5. Mempersiapkan pengetahuan yang cukup tentang teknis peralatan musik, sehingga akan menghemat biaya perawatan alat.
  6. Buatlah media promosi semenarik dan seluas mungkin, misalnya brosur, kemudian disebarkan di lingkungan anak sekolah, kampus, karena kebanyakan pelanggan studio musik seumuran mereka.
Dari segi pengelolaan, Anda juga harus pintar-pintar mempertahankan eksistensi usaha Anda agar dapat berkembang dengan baik. Beberapa tips yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Mempersiapkan konsep dan rencana bisnis yang matang dan sebaik mungkin agar modal yang Anda investasikan tidak sia-sia.
  2. Selalu cek dan ricek peralatan music yang disewakan, ketahui juga penggunaannya agar jangan sampai ada pelanggan yang tak bertanggungjawab merusak peralatan musik tersebut.
  3. Jika dimungkinkan, Anda bisa memasang kamera pengintai dalam studio, sehingga dapat diketahui dengan jelas tentang penggunaan alat-alat musik tersebut.
  4. Aturan yang jelas berkaitan dengan harga sewa, kapasitas orang yang masuk ke dalam studio, aturan penggunaan alat.
  5. Memberikan pelayanan/ service yang terbaik kepada pelanggan.
  6. Selalu up date perkembangan peralatan yang terbaru agar tidak dicap ketinggalan jaman.
  7. Memberikan fasilitas tempat kendaraan pelanggan yang aman. Agar pelanggan tidak merasa was-was ketika sedang menyewa studio musik Anda.
Analisa Ekonomi untuk membangun Bisnis Rental Studio Musik
Perkiraan Investasi:
  • Renovasi tempat : Rp. 2.000.000,- +
  • Peralatan dan Sound System : Rp. 17.000.000,- +
Total perkiraan investasi Rp. 20.000.000,
Perkiraan Biaya Operasional:
  • Biaya listrik : Rp. 600.000,- +
  • Total Perkiraan biaya operasional : Rp. 900.000,- +
Asumsi pendapatan/ bulan:
  • (Dengan rata-rata 6-7 jam latihan per hari) 7 X Rp 35.000,00 X 30 = Rp. 7.350.000,-
  • Penyewaan alat studio per hari untuk acara diluar studio : Rp. 2.000.000,-
Anda jangan takut akan gagal dalam menjalankan usaha ini hanya karna modal yang lumayan besar, bukti dari keuntungan yang anda dapatkan bisa menggantikan semua modal yang anda keluarkan serta meningkatkan usaha anda dengan cepat dan pasti, "ayo tunggu apa lagi, peluang ini sudah ada didepan anda, raih kesuksesan anda sekarang...".
Selasa, 16 Februari 2010

CARA SUKSES LOUIS TENDEAN

Maestro
Kegagalan

"Karena kegagalan adalah sukses yang tertunda, maka teruslah melakukan. Jangan pernah berhenti ketika merasa gagal."

   Ingin jadi networker sukses? Ternyata rumusannya sangat mudah, tidak nyelimet seperti dalam bayangan.Tak percaya? Dengar saja, anjuran networker terkaya di Tanah Air ini, Louis Tendean. " Lakukan saja prosesnya terus menerus," tandas Louis, yang dijuluki "si bocah ajaib" ini. Nah, bila dalam prosesnya itu menemui kegagalan, jangan pernah berhenti. Apalagi menjatuhkan "talak tiga". Alasannya, seperti kata orang bijak, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Itu artinya, bila ingin sukses, sering‑seringlah mengalami kegagalan. Maka, penolakan, pelecehan, tidak usah di­pikirkan. Telan bulat‑bulat. Cari prospek yang benar‑benar antusias.

"Kita boleh berhenti, kalau akhir dari kegagalan itu kematian. Tapi, kalau kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kok bingung amat sih dengan kegagalan. Terus saja bertindak," tuturnya, seraya mengingatkan tentang hukum rata‑rata. Artinya, semakin banyak melakukan, semakin besar kans yang diperoleh. "Lho, kalau kita diam saja, apa bisa jadi kaya? Apa bisa prospek bergabung," tuturnya.


      Sebuah contoh digulirkan. Suami dari Ferawaty Hartono ini menyebut Thomas Alva Edison yang tidak pernah berhenti mencoba menemukan lampu pijar. Dia mengalami kegagalan 9.999 kali. Makanya, ketika akan melakukan yang ke 10 ribu, seorang wartawan bertanya, "Apakah Tuan ingin gagal ke 10 ribu kalinya?" Edison menjawab dengan percaya diri. "Saya belum pernah gagal dalam sesuatu hal. Cuma, saya belurn menemukan cara efektif yang bukan sekadar menemukan lampu pijar," jelas Edison seraya menyebut orang gagal, lantaran tidak sadar betapa dekatnya mereka dengan sukses ketika mereka menyerah.
Petuah Louis itu, bukan sekadar teori. Apalagi isapan jempol belaka. Sebab, ayah dua anak ini, pernah terpuruk dalarn kehidupan, menyusul rumah keluarganya terbakar habis. Tak satupun harta yang dapat diamankan, kecuali pakaian yang me­lekat di badan. Sampai‑sampai, seperti penuturan istrinya, celana dalarn pun dipinjamkan tetangga.

Demi mengubah hidup, lelaki kelahiran 6 Oktober 1974 ini, melako­ni usaha apa saja, termasuk berku­bang di network marketing. Tercatat, selama periode 1993‑2000, namanya menjadi networker di beberapa per­usahaan network marketing. Sayang, sernua kandas di tengah jalan. Ada yang bubar, pemiliknya meninggal dunia, bangkrut karena krisis moneter dan sebagainya. Walau sempat trauma, dianggap sebagai bagian dari masa lalu, tapi tidak membutakan hati dan matanya terhadap bisnis ini. Buktinya, meski sempat menolak beberapa kali, bungsu dari lima bersaudara ini mau diajak bergabung oleh Trisulo dengan nomer urut bukan orang pertama.

Bahkan, ketika memulai Tianshi, 2001 lalu, pelecehan dan penolakan pun datang bertubi‑tubi. Maklumlah, perusahaan asal Cina. itu. masih minim dengan kesaksian maupun mereka yang sukses. Brosurnya saja masih foto copi, menggunakan bahasa Cina. "Bayangkan, betapa beratnya medan kita saat mulai membangun bisnis ini," ungkapnya mengenang.

Hasilnya, teman‑teman dekatnya selalu menolak. Bahkan, kerap kah mengejek. " Bisnis apaan ini? Kok bro­surnya foto copi," tambahnya. Tak hanya itu. Pujiannya tentang Tianshi juga disambut "positif' oleh teman­temannya. Kata mereka, "Lho, yang dulu‑dulu juga bagus, luar biasa. Po­koknya, kita bisa sukses. Jadi, sama kan dengan yang ini. Apa bedanya ?" Menyerah? Justru Louis makin menggebu. Apalagi setelah ibu kosnya dapat merasakan khasiat dan manfaat produknya. Jadilah, kapan dan di ma­na pun, Louis bercerita soal Tianshi. Dari mulai produk, marketing plan sampai BMW gratis yang diberikan perusahaan. Belum lagi mengadakan perternuan di hotel, menelepon pros­pek setiap hari. Itu pun hasilnya tidak siginifikan : yang diundang 10, yang datang hanya dua, lalu yang ber­gabung satu orang.Toh itu semua tidak menyurut­kan langkahnya. Apalagi sampai menjatuhkan talak tiga pada Tianshi. Menjelang akhir 2001, peluangannya mulai memperlihatkan titik terang. la mendapat BMW, dilajutkan tahun­ - tahun berikutnya memperoleh kapal pesiar, pesawat terbang, hingga menggenapinya vila mewah. Majalah Warta Bisnis, edisi Oktober 2003 lalu menempatkannya sebagai networker terkaya di Tanah Air.


     Julukan itu, sampai sekarang masih bertahan, mengingat pundi­-pundi kekayaannya terus mengalir. Rumah sampai mobil mewah, seperti BMW seri 6 dan Mercedes Benz SILK 2000, berada di garasi rumahnya di kawasan Resort Dago, Bandung, Jawa Barat. Belum lagi haulnya mem­bangun rumah impian senilai Rp. 12 miliar. la juga ingin secepatnya men­jadi orang pertarna Executive Direc­tor 2010 di jagad Tianshi Tanah Air dan Asia Pasific.

*sumber :  KLIK DISINI YA